VIVAnews - Tim Red Bull jadi tim yang paling repot mempersiapkan kendaraanya pada Grand Singapura 27 September 2009. Pasalnya mereka harus menambahkan lapisan metal di bagian gearbox untuk mencegah kerusakan aneh seperti musim lalu.
Tahun 2008 pembalap Red Bull, Mark Webber, tidak bisa mencapai garis finish karena gearboxnya bermasalah. Setelah melalui proses penyelidikan terlihat kalau gearbox tersebut telah memilih dua percepatan secara bersamaan.
Hasilnya mobil yang dikendarai Webber rusak dan gagal menyelesaikan lomba. Melalui penyelidikan pula terlihat kalau gearbox itu bermasalah karena adanya kereta bawah tanah yang melintas di bawah sirkuit.
Meski terdengar aneh, listrik yang digunakan oleh kereta itu ternyata mempengaruhi gearbox Red Bull.
"Kami mengalami kegagalan di mobil Mark yang terlihat aneh musim lalu," ujar Tim Principal, Christian Horner, seperti dilansir GP Update, Jumat 25 September 2009.
"Secara teori banyak yang bisa menyebabkan hal ini tapi kami tak pernah bisa menemukan masalah sebenarnya," tambahnya.
Namun Horner menambahkan kalau bukan hanya timnya yang akan menggunakan lapisan metal itu. Ia yakin beberapa tim juga melakukan hal yang sama untuk mencegah terjadinya 'korsleting' kembali.