VIVAnews - Dani Pedrosa percaya jika finish di urutan ketiga MotoGP San Marino merupakan hasil terbaik baginya. Pembalap Repsol Honda ini menilai tunggangannya tidak maksimal selama balapan.
Pembalap Spanyol ini sempat memimpin di awal balapan. Namun Dani akhirnya harus rela menyaksikan keperkasaan duo Fiat Yamaha, Valentino Rossi dan Jorge Lorenzo. Rossi akhirnya menjadi yang tercepat di Sirkuit Misano, Minggu, 6 September 2009.
"Dari awal balapan saya mempunyai beberapa masalah yang membuat saya gagal dalam beberapa pasang tikungan," ujar Pedrosa seperti dilansir Autosport.
"Dan akhirnya saya merasa sangat beruntung. Saya tidak tahu jika itu karena bahan bakar atau sesuatu hal. Tapi saya beruntung mendapat posisi ketiga dan finish dalam balapan," bebernya.
Meski mengakui tunggangannya bermasalah, namun Pedrosa tetap mengaku memberikan perlawanan sehebat mungkin. Pedrosa sendiri mengaku jika performa motor Yamaha milik Rossi dan Lorenzo memang lebih mumpuni.
"Saya telah memberikan semua kemampuan saya dalam balapan. Saya berusaha keras dan saya juga berusaha tetap berada di dekat mereka di awal balapan tapi ditengah balapan saya mulai melambat dan mereka justru semakin cepat," beber Pedrosa.
"Mereka lebih baik dalam mengerem dan menikung. Jadai saya akhirnya tidak bisa menempel mereka," pungkasnya.
Pedrosa sendiri baru saja menandatangani kontrak di tim Honda. Bersama Andrea Dovizioso, keduanya tetap akan menjadi pembalap Repsol Honda di balapan musim 2010 nanti.