VIVAnews - Lima tahun sudah Xie Xingfang tak mendekap trofi juara Indonesia Open. Si Cantik asal China ini terus memendam kerinduan kembali berjaya di Istora.
"Entah mengapa, saya selalu menuai hasil bagus jika tampil di Indonesia. Suasana Istora (Bung Karno, Senayan) sudah saya akrabi sejak lama," kata Xingfang.
Kali terakhir, pacar pemain nomor 1 China, Lin Dan ini menjadi juara tunggal putri Indonesia Open 2004. Lima tahun berlalu dianggap sudah cukup lama buat Xingfang untuk menunggu.
Xie yang kini berperingkat 9 BWF dan unggulan 8 Indonesia Open sangat berambisi menjadi juara. Apalagi, cewek jangkung 178 cm ini punya bekal menjadi runner up Singapore Open Super Series 2009, pekan lalu.
"Saya tak peduli peringkat lagi. Yang penting main bagus dan menang," tutur Xingfang.
Peluang pemain berusia 28 ini kali ini terbuka lebar. Pasalnya, unggulan utama asal Hongkong, Zhou Mi tumbang di babak pertama dari pemain kualifikasi asal Jepang, Sayaka Sato 21-11 16-21 21-19.
"Persaingan kini merata. Semua pemain berat dan sulit. Tapi, saya tetap menargetkan juara di sini," sebut Xingfang tentang peluangnya di Indonesia Open Super Series 2009 yang digelar di Istora Bung Karno, Senayan Jakarta, 16-21 Juni 2009.
Zhou menjadi rival terberat Xingfang. Pasalnya, mantan pemain China yang kini memperkuat Hongkong itu mengalahkan Xie di final Singapore Open Super Series 2009, pekan lalu. Tentu, kali ini tak salah jika menyebut Xie menjadi salah satu kandidat juara.
Tentang Maria
Xingfang membuka penampilan di Indonesia Open dengan menaklukkan andalan tuan rumah Maria Kristin Yulianti 21-17, 23-21. Xie menyebut Maria pemain yang bagus.
"Sayangnya, kali ini Maria sepertinya terbebani tekanan penonton," kata Xingfang, juara dunia 2005 dan 2006. "Kontrol serta antisipasi Maria juga kurang bagus kali ini. Mungkin ia tidak berada dalam kondisi terbaik."
Sementara itu, Maria justru menyebut dirinya sangat termotivasi jika bertemu Xingfang. Pasalnya, ia tidak pernah menang tiap kali bertemu dengan andalan China itu.
"Kali terakhir, saya bertemu di Piala Uber tahun lalu. Saat itu saya kalah. Jadi saya selalu ingin menebusnya. Saya sudah bermain bagus di gim 2, sayangnya mungkin kurang beruntung," tutup Maria yang membidik tampil di Kejuaraan Dunia 2009 sebagai event besar berikut yang harus diikutinya.