VIVAnews - Valentino Rossi menyebut problem tak terduga di Le Mans, pekan lalu, mengharuskan Tim Fiat Yamaha bekerja keras. Itu agar Rossi bisa tampil beda di balapan 2009 bersama ban Bridgestone.
Rossi membawa Yamaha ke posisi 1, 2 dan 3 di Le Mans pada 2008. Tapi, juara dunia enam kali MotoGP itu hanya berada di posisi 6, 7, 4 dan 3 di empat sesi GP Prancis itu.
“Di Le Mans, kami mengalami balapan dan pekan buruk,” kata Rossi yang tertinggal satu poin dari pimpinan klasemen dan juga rekan setimnya, Jorge Lorenzo, kepada Crash.
Setelah gagal mengimbangi Lorenzo di awal balapan basah, Rossi memutuskan masuk pit untuk mengganti dengan motor setelan kering. Sayangnya, Vale terjebak dalam kabut dan motornya kembali bermasalah.
Bahkan, ia sempat terkena penalti dan harus masuk pit lagi. Akhirnya, Rossi finis di posisi 16 alias terakhir.
Sebelumnya, Rossi juga bermasalah di Jerez (GP Spanyol). Ia mengalaminya di lap terakhir sebelum memenangi lomba.
“Kami masih punya banyak masalah. Jika kami melakukannya lagi dan melakukan kesalahan, maka saya akan membuang kesempatan di kejuaraan dunia," lanjut Rossi. “Semuanya berubah begitu cepat, dan kami harus fokus dengan ban."
Meski begitu, Rossi tak terlalu khawatir saat tampil di GP Italia di Sirkuit Mugello, Minggu 31 Mei 2009. Apalagi, ia punya rekor bagus di sana: menang tujuh kali beruntun.
“Tujuh kemenangan itu sangat fantastis. Saya memulainya di kelas 500cc. Saya punya keberuntungan, kegagalan serta pernah jatuh di sana. Tapi, saya bisa menjalani balapan terbesar. Lalu di MotoGP (sejak 2002) saya selalu tampil kompetitif bersama Honda dan Yamaha," tutur Rossi.
“GP Italia sangat penting dibanding yang lainnya. Karena saya akan berlaga di depan publik Italia yang memiliki atmosfer fantastis. Ini akan jadi balapan termenarik di dunia," tutup Rossi.