VIVAnews - Pimpinan klasemen sementara pembalap MotoGP, Jorge Lorenzo, menyebut selalu mengalami kesulitan berduel dengan rekan setimnya di Fiat Yamaha, Valentino Rossi. Apalagi, jika duel itu digelar di GP Italia, Minggu 31 Mei 2009.
Lorenzo jadi satu-satunya pembalap yang memenangi dua GP musim ini, sehingga unggul satu poin atas Rossi dan andalan Ducati Desmosedici, Casey Stoner. Tapi, Sirkuit Mugello, venue GP Italia sudah seperti menjadi rumah buat Rossi yang tujuh kali beruntun menang di sana.
“Menandingi Valentino di sana sangat sulit,” aku Jorge seperti dilansir Crash. “Tikungannya sangat cepat dan karakter sirkuit ini juga cepat. Tentu, menaklukkan Rossi jadi sangat sulit. Tapi, itu bukan tujuan utama saya. Saya hanya ingin finis, meraih poin dan finis di klasemen lebih baik dibanding musim lalu (keempat)."
“Saya baca di koran, Valentino bilang bahwa empat besar pembalap di klasemen kini sama punya peluang 25 persen untuk menjadi juara dunia. Tapi, itu akan berubah di setiap balapan. Setelah Jerez (GP Spanyol, saat Lorenzo jatuh), saya punya peluang kecil, tapi setelah Le Mans (GP Prancis) saya berpeluang besar. Kami akan fokus dari GP ke GP dan melihat apa yang terjadi," lanjut Lorenzo.
Terinspirasi Barcelona
Sebelum datang di Mugello, Lorenzo menyempatkan diri menonton laga final Liga Champions saat Barcelona menaklukkan Manchester United 2-0 di Roma, Kamis dini hari WIB, 28 Mei 2009. Sukses Barca itu menginspirasi pembalap Spanyol ini untuk menang di Mugello.
“Saya merasa luar biasa. Tak ada yang bisa saya katakan selain Barca yang terbaik! Maaf buat fans Inter, Milan dan Manchester. Tapi, kami telah menjalani tahun terbaik dan kini kami juaranya," kata Lorenzo sambil tersenyum.
Apakah Lorenzo akan sukses seperti Barca Minggu nanti? Takkan mudah, pasalnya fans Rossi takkan membiarkan Lorenzo mengibarkan bendera kemenangan Barca di Mugello.