VIVAnews - Awal musim balap 2009 memang bukan waktu yang menyenangkan buat pembalap McLaren, Lewis Hamilton. Apalagi di Grand Prix pertama, Hamilton mendapat hukuman yang membuat diri dan timnya kehilangan poin berharga.
Namun sedikit demi sedikit, pria asal Inggris itu bangkit dan mengejar ketertinggalan. Menurutnya, semua itu mungkin terjadi karena kecintaannya pada Formula 1. Terutama sirkuit Monaco yang akan jadi GP keenam musim ini.
"Saya termotivasi apa yang terjadi di lintasan," kata Hamilton seperti dilansir The Daily Mirror, Jumat 22 Mei 2009.
"Sirkuit ini (Monaco) mengingatkan betapa saya mencintai olahraga balap dan F1," tambahnya.
Kecintaan itu tampaknya berdampak besar dalam hasil free practice yang berlangsung Kamis 21 Mei kemarin. Dalam latihan pertama, juara dunia 2008 itu masuk peringkat 3 dengan catatan waktu 1 menit 17,578 detik.
Catatan waktu Hamilton makin membaik saat latihan berikutnya. Ia naik ke posisi 2 dengan 1 menit 15,445 detik.
Ketika ditanya apa rahasia kecepatannya, Hamilton menjawab kalau itu karena sirkuit yang istimewa. Tiap tikungan mengingatkan pria 23 tahun itu untuk segera kembali melewatinya.
"Di babak kualifikasi nanti, kami menginginkan posisi lima besar," ujar Hamilton ketika ditanya soal target selepas free practice.
Dalam lima musim terakhir GP Monaco, Hamilton baru sekali keluar sebagai juara di sana, tepatnya pada 2008. Namun, pembalap Renault, Fernando Alonso, keluar sebagai pembalap dominan di Monaco karena memenangi dua dari lima GP terakhir.