Billups Mengagumkan, Nuggets Ungguli Hornets

Skor 113-84 jadi yang tertinggi kedua dalam sejarah playoff Nuggets.

Senin, 20 April 2009, 15:34 WIB
Edwan Ruriansyah, Toto Pribadi
George Karl (kanan) dan Chauncey Billups (AP Photo/Jack Dempsey)

VIVAnews — Chauncey Billups menjadi pahlawan kemenangan Denver Nuggets di game 1 playoff NBA. Nuggets berhasil menekuk New Orleans Hornets 113-84.

Bermain di markasnya, Pepsi Center, Denver, Billups tampil memukau dengan koleksi 36 poin. Skor 113-84 itu juga menjadi yang tertinggi kedua dalam sejarah playoff Nuggets.

Tak hanya itu, Billups juga mampu mencatat delapan tembakan tiga angka, terbanyak sepanjang karirnya. Billups sendiri mengaku sangat bahagia dengan apa yang dicapainya. Pencapaian tertinggi Nuggets di babak playoff terjadi pada 1985 silam saat menaklukan San Antonio Spurs 141-111.

“Saya hanya ingin bermain terus. Ini menjadi malam spesial buat saya. Anda mungkin akan mengulangi hal ini, tapi kadang juga tidak," ujar Billups seperti dilansir yahoosport, Senin 20 April 2009.

Penampilan menawan pebasket dengan tinggi 22) cm ini juga mengundang kekaguman dari sang pelatih, George Karl.

"Saya sering mengatakan, dia (Billups) adalah seorang juara. Tapi, dia tidak mampu menunjukkan semua kemampuannya. Malam ini, dia telah mengeluarkan semua skillnya," ujar Karl.

Penampilan Billups ini juga didukung oleh kehadiran pemain pelapis Nuggets, JR Smith. Guard forward ini berhasil mencetak 19 poin diikuti Carmelo Anthony dan Linaz Kleiza yang sama-sama mengoleksi 13 poin.

Sedangkan di kubu Hornets, pencetak poin tertinggi adalah Chris Paul dengan 21 poin dan 11 asists. Di ikuti guard forward asal Serbia, Peja Stojakovic dengan 13 poin, dan David West dengan 12 poin.

Hasil Playoff, Senin 20 April 2009:
Utah Jazz 100-113 LA Lakers (0-1)
Philadelphia 76ers 100-98 Orlando Magic (1-0)
Miami Heat 64-90 Atlanta Hawks (0-1)



• VIVAnews   |   Share :  
Rating
Komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ