VIVAnews - Direktur Teknik McLaren, Paddy Lowe mengakui timnya belum tahu bagaimana mencontek sayap bagian depan yang saat ini digunakan oleh Red Bull dan Ferrari.
Legalitas dari sayap depan telah dipertanyakan oleh tim tertentu sebelum GP Jerman. Tapi, itu akhirnya disetujui oleh FIA lewat scrutineering tertutup.
Sayap itu lebih rendah ke bawah 15 milimeter. Dengan kecepatan tinggi sayap akan menciptakan downforce lebih besar.
"Saya sudah melihat banyak gambar dari berbagai situasi mobil. Kami hanya percaya Red Bull dan Ferrari memilki sayap yang berada jauh lebih rendah dari yang kami punya," kata Lowe pada ESPN.
"Ini benar-benar fenomenal. Mungkin ini legal, tapi bisa juga tidak," lanjut Lowe.
McLaren juga mengaku bahwa anomali ini tak bisa dijelaskan dengan perubahan setting mobil. "Ini perbedaan pada tingkat yang cukup besar sehingga sulit untuk menjelaskan efek yang relatif halus seperti kepada bahan bakar, tekanan ban. Hal-hal ini akan mempengaruhi kinerja mobil."
"Kami juga harus merumuskan secara tepat derajat ke bawahnya. Kami harus bekerja keras untuk memahaminya," tutup Lowe.
Laporan: Elando Saboe
• VIVAnews