VIVAnews - Persaingan antara dua pembalap Red Bull Sebastian Vettel dan Mark Webber memasuki babak baru. Keduanya setuju untuk 'gencatan senjata' alias berdamai demi keutuhan tim.
"Tidak masalah siapa yang menang, kami berkendara untuk satu tim yang sama," kata Vettel seperti dilansir USA Today, Kamis 22 Juli 2010.
"Kami tahu harus fokus di mana dan itu adalah balapan berikutnya," tambah pria asal Jerman itu.
Persaingan kedua pembalap ini mulai tercium di Grand Prix Turki pada 30 Mei 2010. Saat itu keduanya bersenggolan dan dalam tayang ulang terlihat Webber berusaha disalip oleh Vettel dari sisi kiri.
Namun di tengah proses itu ban kanan belakang Vettel mengenai body mobil Webber. Akibatnya fatal untuk Vettel yang spin keluar lintasan dan tak bisa melanjutkan lomba.
Sebaliknya Webber yang sempat keluar lintasan masih bisa melanjutkan lomba namun merosot ke posisi tiga. Vettel terlihat kesal dengan kejadian itu. Saat berjalan menjauhi mobilnya yang tak bisa lagi dipacu, pembalap asal Jerman itu menunjukkan gerak tubuh yang menyatakan Webber 'gila'.
Perpecahan tahap kedua kemudian kembali terkuak di GP Inggris, Sabtu 10 Juli 2010. Webber menganggap timnya tidak adil dengan memberi salah satu sayap Webber ke Sebastian Vettel hingga akhirnya pembalap asal Jerman itu berhasil meraih pole.
Sedangkan Webber hanya berada di posisi kedua. Ancaman hengkang pun sempat tercetus dari mulut Webber. Namun dengan bujukan dari team principal Christian Horner, Webber terlihat mulai mereda.
"Kami (Horner dan Webber) bicara banyak selepas event (GP Inggris) dan banyak hal lahir dari situ," kata Horner.