VIVAnews - Putaran pertama Kompetisi Proliga telah memasuki seri 3. Setelah Jakarta sukses sebagai penyelenggara, kini euforia kompetisi tertinggi bola voli tanah air ini akan menyambangi Palembang.
Tak tanggung-tanggung, kota di Sumatra ini juga akan menjadi tempat penentuan siapa yang akan tampil sebagai jawara di putaran pertama Sampoerna Hijau Voli Proliga 2010. Sang juara di paruh pertama ini akan memenangkan hadiah sebesar Rp 10 juta.
Dan hasil di Palembang yang akan digelar dari tanggal 19 hingga 21 Maret nanti juga akan menjadi sebuah modal guna mengahadapi putaran kedua yang akan digelar pada 9-11 April 2010 di Kota Gresik nanti.
“Semakin lama permainan tim-tim peserta Sampoerna Hijau Voli Proliga 2010 semakin tajam. Evaluasi internal tiap tim dalam pertandingan-pertandingan sebelumnya benar-benar memperbaiki kualitas permainan dari seri ke seri dan ini menambah kepercayaan diri mereka untuk merebut kemenangan,” ujar Hanny Surkatty, Direktur Proliga.
Hingga seri 3 lalu, peta kekuatan Proliga juga mulai terbaca. Di sektor putra, juara bertahan Surabaya Samator berhasil memuncaki klasemen setelah menyapu tiga pertandingan yang telah dilakoni.
Samator saat ini mendapat perlawanan dari Palembang Bank Sumsel yang menduduki posisi kedua setelah mencatat dua kemenangan dan sekali kekalahan. Dan laga di Palembang nanti, tim sumatra ini tentu akan diuntungkan dengan banyaknya dukungan penonton.
Di posisi ketiga dan keempat berturut-turut ditempati Jakarta Sananta dan Bantul Yuso Gunadarma yang sama-sama baru mencatat satu kemenangan dan tiga kekalahan.
Sedangkan di posisi buncit ditempati Jakarta BNI yang baru melakoni dua laga dengan hasil sekali menang dan sekali kalah.
Di sektor putri, Gresik Petrokimia mampu meruntuhkan dominasi sang juara bertahan Jakarta Electric PLN. Gresik berhasil menyapu tiga laga dengan kemenangan. Sedangkan Jakarta Electric hanya mampu mencatat dua kemenangan dan dua kekalahan, sama dengan torehan pendatang baru Jakarta TNI AU di posisi ketiga.
Jakarta BNI yang kini menempati posisi keempat, berpeluang menyeruduk ke posisi runner up karena baru melakoni tiga laga dengan hasil dua kemenangan dan sekali kalah. Posisi buncit ditempati Jakarta Popsivo Polwan yang tak pernah mencatat kemenangan sekalipun.