VIVAnews - Pelita Jaya Esia hanya mampu keluar sebagai runner up pada turnamen Piala Gubernur DKI Jakarta 2010. Ambisi Pelita untuk menjadi juara pupus setelah kalah 56-71 di final, Sabtu, 13 Maret 2010.
Pelatih Pelita, Rastafari Horongbala usai pertandingan mengatakan timnya tidak tampil lepas saat bertemu Garuda. Akibatnya, permainan Kelly Purwanto cs jauh dari harapan terutama di kuarter pertama dan kedua.
"Preasure (tekanan) ada pada kami. Akibatnya, anak-anak tampil di bawah form-nya malam ini. Sebaliknya, pemain lawan tampil luar biasa," kata Rastafari.
"Kami ketinggalan cukup jauh pada kuarter awal. Akibatnya sulit bagi anak-anak untuk mengejarnya," tambahnya.
Akhir tahun lalu, Pelita juga mengalami nasib yang sama saat tampil pada turnamen IBL 2009. Pada even ini, Pelita juga tampil sebagai runner up setelah di final ditekuk SM Britama 61-58.
"Mental juara pemain saya belum ada. Butuh waktu untuk menempanya," kata Rastafari.
Pelita sebenanya mampu memberi perlawanan ketat kepada Garuda Bandung di kuarter terakhir. Bahkan Kelly Purwanto cs mampu mengungguli perolehan poin Garuda 18-8.
Sayang, Pelita terlalu jauh tertinggal di kuarter-kuarter awal. Akibatnya Garuda tetap memimpin 71-56 dan dinobatkan sebagai juara.
"Kami masih butuh lebih banyak sparring partner lagi. Ini akan membantu membangkitkan mental bertanding pemain kami," pungkas Rastafari.