Preview Pelita Jaya vs Aspac

Aspac Butuh Adaptasi 1 Kuarter

Pelita Jaya waspadai dua pemain Aspac.

Jum'at, 12 Maret 2010, 07:43 WIB
Edwan Ruriansyah, Zika Zakiya
Tim Pelita Jaya Esia (VIVAnews/Nurcholis Anhari Lubis)

VIVAnews - Pelita Jaya Esia akan bertemu Aspac di babak semifinal turnamen Piala Gubernur DKI, Jumat 12 Maret 2010. Meski kedua tim penghuni Indonesian Basketball League (IBL) ini sudah seringkali bertemu, kubu Aspac mengaku butuh penyesuaian lagi.

Ditemui seusai pertandingan perempat final, Pelatih Aspac, Tjetjep Firmansyah melihat anak asuhnya butuh adaptasi selama satu kuarter. "Sistem yang akan kami gunakan akan sama, tinggal adjusment (penyesuaian) saja di lapangan," kata Tjetjep kepada wartawan.

Aspac melangkah ke babak semifinal setelah mengalahkan Muba Hangtuah 82-52 di GOR Soemantri Brodjonegoro. Sedangkan Pelita melangkah ke babak yang sama setelah menekuk Bima Sakti 60-49.

Dari pertandingan terakhir, terlihat pemain Pelita kesulitan mengatasi serangan lawan. Seringkali shooting Kelly Purwanto cs gagal menemui sasaran.

Malah skor Pelita bisa terkejar hingga selisih satu poin di kuarter 2. Beruntung, I Gusti Ngurah Rustawijaya bisa mencetak three point shot di akhir kuarter.

Beruntung, Bima Sakti juga tidak terlalu baik dalam melakukan counter attack. Meski sudah berdiri bebas, pemain-pemain asal Malang itu sering gagal memasukkan bola ke ring Pelita.

Tak Kelelahan

Ditengarai penampilan Pelita ini karena kelelahan. Sebab sehari sebelum babak perempat final, anak asuh Rastafari Horongbala itu juga menjalani pertandingan keras melawan CLS Knight.

"Ngga (kecapean) lah," kata Rastafari menepis anggapan kelelahan anak asuhnya pada wartawan, Rabu 10 Maret 2010 lalu.

"Memang kalau di pikiran menganggap remeh lawan jadi bahaya seperti tadi (melawan Bima Sakti)," tegasnya.

Untuk mengatasi Aspac, Rastafari tidak terlalu detail menjelaskan taktik yang akan diterapkannya. Ini karena kedua tim sudah seringkali bertemu di ajang IBL. Dia yakin kalau pasukannya sudah kenal dengan karakter pemain-pemain Aspac.

Hanya ada dua pemain Aspac yang diberi perhatian khusus oleh Rastafari, Oky dan Xaverius Prawiro. "Dua pemain itu harus dimatikan," ujar Fari.

Satu tiket final akan diperebutkan Aspac dan Pelita di GOR Soemantri Brodjonegoro, Jumat 12 Maret 2009, mulai pukul 15.00 WIB. Sedangkan dua tim lain yang juga bertemu di semifinal adalah CLS Knight dan Garuda Flexi.

CLS lolos ke semifinal setelah menekuk Stadium 74-54. Sedangkan Garuda melenggang setelah membekap peringkat tiga terbaik pertama, Citra Satria 60-52.

• VIVAnews
Rating
Komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ