VIVAnews - Petinju Dmitriy Salita menyatakan mampu membuat Amir Khan lari terbirit-birit. Menurut Salita, Khan tidak memiliki cukup persiapan untuk menghadapinya dalam pertarungan di Metro Radio Arena, Newcastle, Inggris, Sabtu 5 Desember 2009 malam.
Salita merasa pasti Khan tidak memperoleh pelatihan maksimal dari Freddie Roach selama beberapa bulan terakhir. Alasannya, Roach sendiri sibuk melatih petinju Filipina Manny Pacquiao untuk menghadapi Miguel Cotto.
"Roach hanya sempat mempersiapkan Khan selama sebulan terakhir karena dia berada di Filipina bersama Pacquiao," kata Salita seperti dikutip laman harian Mirror.
Seharusnya, pelatihan inti sudah mulai dilakukan delapan hingga 12 pekan menjelang pertandingan, bukan di bulan terakhir. Salita juga menuding Roach memenuhi kepala Khan dengan impian kosong untuk mengalahkan dia dan merintis karir di Amerika Serikat (AS).
Sementara itu, Khan mengaku memiliki masalah sendiri seputar isu rasialisme. "Terkadang warna kulit membuat perbedaan besar. Saya tidak pernah diserang secara langsung, tapi masalah rasisme selalu ada," kata dia seperti dikutip laman harian Telegraph.
Kritik terhadap Khan di Inggris memuncak setelah Breidis Prescott menjatuhkan Khan dalam 54 detik dan memberi dia kekalahan pertamanya, September lalu. Penggemar tinju mengira kekalahan itu merupakan akhir karir Khan. Sejumlah orang juga mengeluarkan komentar rasis.
"Saya memilih untuk tidak menghiraukan komentar itu," ujar Khan.
Beberapa pihak juga menyebut pertandingan antara Khan dengan Salita sebagai pertarungan antar-agama, Islam melawan Yahudi. Khan memilih mengabaikan istilah ini. "Saya menghormati agama dan kebudayaan lain," tutur Khan. "Salita seorang Yahudi dan saya menghormati kepercayaannya."