VIVAnews - Mantan juara tinju kelas berat Mike Tyson mengaku bahwa dia terpaksa memukul fotografer Tony Echeverria di Bandara Internasional Los Angeles, Rabu 11 November 2009 kemarin untuk membela keluarganya. Tyson dan fotografer tersebut telah ditahan dengan dugaan pemukulan.
"Tindakan Mike dilakukan untuk membela diri, dia bertindak seperti layaknya seorang ayah membela anaknya," kata juru bicara Tyson, Tammy Brook, seperti dilaporkan laman harian The Los Angeles Times.
Sumber dalam kepolisian yang menolak disebut namanya mengungkapkan bahwa Tyson, 43 tahun, mengaku memukul juru foto itu karena memprovokasinya. Sementara Echeverria mengatakan Tyson memukul wajah dan berusaha merebut kameranya. Polisi kini sedang mewawancara sejumlah saksi untuk menentukan kejadian sebenarnya.
"Keduanya ingin saling menuntut atas dugaan pemukulan. Ada banyak versi berkaitan dengan kejadian ini," ujar Sersan Jim Holcomb dari Kepolisian Bandara.
Rekan fotografer, seorang paparazzi, mengatakan Echeverria kerap memotret figur publik di Bandara Los Angeles. Kepada stasiun televisi KABC-TV Channel 7, paparazzi itu mengatakan Echeverria tidak akan sengaja mengundang kekerasan fisik.
Insiden ini terjadi di tengah keramaian Terminal 7 Bandara sekitar pukul 4.30 sore. Kepolisian Bandara Los Angeles mengungkapkan bahwa Echeverria menderita luka ringan di keningnya. Saksi menyatakan darah berceceran di lantai terminal itu.
Tyson segera ditahan di kantor polisi bandara kemudian ditransfer ke markas Kepolisian Los Angeles. Dia dibebaskan pada pukul 8.10 malam.
"Dia sangat kooperatif, tidak ada masalah apa pun," kata Letnan Aaron McCraney.