Jelang Manny Pacquiao vs Miguel Cotto

Pacquiao Dalam Kondisi On Fire

Kecepatan pukulan dan kelincahan kaki akan menjadi modal Pacquiao untuk memukul KO Cotto.

Jum'at, 13 November 2009, 12:35 WIB
Marco Tampubolon, Shinta Eka Puspasari
Manny Pacquiao (AP Photo/Jae C. Hong)

VIVAnews - Petinju Filipina, Manny Pacquiao sudah dalam kondisi siap tempur jelang duel kontra Miguel Cotto, Minggu, 15 November 2009. Pacquiao bahkan berpeluang untuk memukul jatuh Cotto dalam pertandingan ini. 

Hal ini diungkapkan oleh Pelatih Manny Pacquiao, Freddie Roach. Roach terlihat sangat percaya diri dengan kemampuan anak didiknya itu.

"Kondisi Manny pekan ini melampaui kondisi terbaik seumur hidupnya, dia dapat melakukan segalanya," kata Roach kepada wartawan di MGM Grand, Las Vegas, Jumat (13/11) seperti dikutip laman stasiun televisi TVNZ.

Pacquiao akan berusaha merebut gelar ketujuh dalam laga lusa. Sebelumnya, petinju yang dijuluki Pacman ini telah mengumpulkan enam sabuk juara dari kelas 52 kilogram hingga 65,8 kilogram.

Pertarungan nanti dikategorikan kelas welter meski dipertandingkan pada berat 67,5 kilogram, atau 1 kilogram di bawah limit welter.

Roach yakin kekuatan tangan dan kecepatan kaki Pacquiao akan menjadi faktor utama kemenangannya. "Kecepatannya sangat efektif sehingga Manny akan mampu menentukan tempo pertarungan. Saya tahu Miguel juga hebat tapi Manny pasti akan menjatuhkan dia," tutur Roach.

Sementara itu, Cotto mengaku tidak ingin menjadi korban ketujuh dan membiarkan sabuk WBO-nya direbut Pacman. Sejak 2004, tiga kali juara dunia ini selalu memenangi gelar setiap tahunnya.

Pelatih Cotto, Joe Santiago menyatakan Cotto pasti akan menguasai 12 ronde pertarungan. Santiago memperkirakan Cotto, 34-1 (27 KO), akan mengimbangi kecepatan Pacquiao, seperti yang dilakukannya saat saat menundukkan Zab Judah dan Shane Mosley.

Pacquaio Diunggulkan Para Petaruh
Di luar dugaan Santiago, Pacquiao, 49-3-2 (37 KO), menjadi favorit pemasang taruhan di Las Vegas. Dia berada pada posisi 3-1, yang berarti pemasang taruhan harus menyimpan US$ 350 untuk memenangi US$ 100.

"Saya tidak mengerti mengapa dia difavoritkan, coba saja bandingkan lawan-lawannya dahulu dengan petinju yang pernah dikalahkan Miguel," ujar Santiago.

Namun Roach menyatakan Cotto tengah berada di penghujung karir dan masih belum pulih dari pertandingan melawan Antonio Margarito, Juli 2008 lalu. Saat itu, Cotto menderita kekalahan pertamanya setelah dijatuhkan secara brutal pada ronde ke-11.

"Sejak saat itu, kekuatan Cotto melemah. Jika Anda pernah membandingkan Cotto sebelum dengan setelah menghadapi Margarito, Anda akan mengira dia merupakan dua petinju berbeda," kata Roach.

Akan tetapi, Roach menilai Cotto masih merupakan lawan berbahaya. Roach mengarahkan Pacman untuk menghindari hook kiri Cotto. Santiago menertawai rencana ini. "Semua selalu ingin menghindari hook Cotto, namun dia terus berhasil menyarangkannnya di tubuh lawan," kata Santiago.



• VIVAnews   |   Share :  
Rating
Komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ